News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.
Hot News »
Bagikan kepada teman!

Pileg vs Jabatan,Money

Penulis : methu badii on Rabu, 23 April 2014 | 02.59

Rabu, 23 April 2014


Masih hangat dalam Ingatan Kita, tanggal 9 April lalu adalah pesta demokrasi indoneisa. Ajang  mencari figur wakil rakyat,  dari pusat hingga di kabupaten/kota. Berbagai gerakan dilaksanakan dengan tujuan menyedot perhatian masyarakat. Tak ketinggalan pula para elit politik ikut berpartisipasi memberikan dukungan kepada para calegnya dengan  harapan memenangkan atau mempertahankan eksistensi Partai Politik di lembaga Parlemen.
Berbagai cara digunakan untuk memenangkannya, bahkan harta dan benda bahkan terkesan dijual-belikan. Tidak hanya itu, beberapa daerah kabupaten/kota para pejabat politik perjual-belikan/menawarkan jabatan kepada  kelompok yang tidak memiliki jabatan eselon dilingkungan pemerintah. Adalah suatu adegium klasik dalam percaturan politik.
Kekwatirannya adalah dampak yang muncul lantaran eksen politik dipentas politik,  selama kurang lebih 2 minggu terakhir itu. Kita belajar beberapa pengalaman ketika kabupaten Deiyai sebelum di mekarkan, tepat pemilu (pileg) periode lalu. Banyak istri diceraikan, hubungan social yang erat menjadi retak, utang-piutang saling menuntut, tanah yang dihuni saling gugat mengugat.
Ada beberapa catatan adat yang mestinya tidak boleh dilanggar, sudah tersingkir. Inilah kondisi yang kini terlihat di beberapa wilayah termasuk Kabupaten Deiyai.  Pergeseran nilai-nilai social terus berjalan, nilai manusia bisa ditukar dengan uang, nilai manusia disamakan dengan nilai sebuah kursi di lembaga parlemen. Berikut ini catatan buram sejak tanggal 7-15 April lalu….
Rumah saya dipinggir jalan raya. Setiap hari kendaraan terlihat bagaikan kota besar, ramainya kendaraan yang berkaca gelap memancing perhatian warga setempat sepanjang jalan (Gakokebo-Tenedagi-Debey). Biasanya setiap hari lintas Enarotali-Tigi Barat hanya beberapa kendaran yang mondar-mandir  mencari penumpang. Tak heran para caleg berkeliling mencari suara. Hamper warga yang berdiri disepanjang jalan mendapat sapaan, bahkan di kasih rokok dan uang, diamplopkan dengan triker. tidak hanya itu, nomor handpond pun diberikan, dengan pesan “jika ada suara sisa tolong kontak saya,”. Inilah kenyataan yang didapatkan selama pileg berlangsung.
Memang aneh bagi perhati politik ataupun kalangan perhati kemasyarakatan yang lain, namun bagi kalangan elit politik ataupun pelaku politik hal itu wajar dan harus dilakukan guna memperoleh kemenangan dalam bursa pileg itu. 

Penulis:Frans IGN Bobii adalah Mantan Wartawan Irjapos
komentar | | Read More...

Ajang Miss Uncen 2014,Panitia Buka Pendaftaran

Penulis : methu badii on Rabu, 16 April 2014 | 13.10

Rabu, 16 April 2014


Jayapura,Badan Eksekutif  Mahasiswa (Bem) Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura,melalui Departemen pemberdayaan perempuan membuka pendaftaran ajang pemilihan putri Uncen tanggal 7 sampai 19 April 2014 periode 2014/2015

Guna Menyusukseskan Ajang ini,diminta dukungan dari semua pihak terutama Dosen dan Mahasiswa Uncen sangat dibutuhkan,kata Selfy Yeimo dalam dinding akun facebooknya dengan menyertakan brosur Miss Uncen 2014,

pemilihan Miss Uncen 2014/2015 ini, momen pertama yang kami dilakukan, maka kami butuh support dari Ikatan Alumni ,Pimpinan kampus dan seluruh mahasiswa dari keluarga besar Uncen,Ajak Slefy Yeimo yang juga adalah mahasiswa Fisip ini,

mari yang berminat,datang tunjukan “kekuatan pengetahuan dan keindahan anda” di ajang ini,tulis akun facebooknya dengan mengapload pamflet yang berisi info registrasi Pemilihan Miss Uncen 2014/2015 ini,

Semakin dekat Ajang pemilihan Putri Uncen, kebangkitan akan wanita disegala bidang harus dikumandangkan,Kata Selfy Yeimo,kontak person Ajang pemilihan Miss Uncen itu,

dalam pamflet informasi registrasi, yang diupload akun facebooknya selfy yeimo melampirkan “kriteria  dan persyaratam” kriteria sendiri diantaranya,mahasiswa aktif Bem,Tinggi badan Minimal 165 Cm,berpenampilan Menarik dan wawasan luas,berkepribadian baik serta mengenal dan memahami budaya sebagai identitas (khusus budaya papua)

sementara persyaratan umum yang diwajibkan panitia adalah,poto kopi mahasiswa & kartu rencana study 1 lembar,potokopi ktp 1 lembar,poto ukuran 3x4 1 lembar dan poto full body 1 lembar,serta biaya registrasi Rp 25.000,00 (dua puluh lima ribuh rupiah)

hahaha adeee,,, perbaiki dulu kaa.. kurikulum dan sistem perkuliaahan di kampus uncen,kata Andy wamla mengomentari informasi registrasi ajang putri uncen 2014 yang disampaikan dalam akun facebooknya selfy  Yeimo (***)

Penulis,Methu badii
komentar | | Read More...

Eki Gobay:Saat Periksa Tiket,Saya Sembunyi

Penulis : methu badii on Selasa, 15 April 2014 | 10.40

Selasa, 15 April 2014


Perjalanan liburan natal ke papua,berikut, laporan Yunus Eki Gobay dari Bogor,jawa barat..!!
Sabtu,14 Desember 2013,Kami Mahasiswa papua yang kuliah dibogor, diantaranya, Yunus Eki Gobay, frans Goo,Marten Yeimo,Enggel tekege,Yonas You, mulai berangkat dari bogor ke tanjung priok Jakarta,

Dari bogor kami berangkat jam 8:00 wib, sampai di pelabuhan kira-kira jam 11:30 wib,Perjalanan ke pelabuhan, kami menggunakan kendaraan rental yang dikemudikan oleh seorang sopir asal jawa,kami sampai di tanjung priok dalam keadaan aman…Puji Tuhan..kata Eki Gobay…!!

Setelah tibah dipelabuhan, kami tidak beli tiket kapal, saat  kami naik kapal sampai di tangga, kami diperiksa  security (petugas keamanan), kedapatan kami tidak memiliki tiket kapal KM Labobar,
terpaksa..kami beli tiket dengan tujuan yang berbeda misalnya,Yonas You dan Enggel tekege tujuan terakhir di Suarabaya dengan omgkos tiket Rp.250.000 (duaratus lima puluh ribuh rupiah), Sementara, frans Goo,Marten Yeimo tujuan Nabire beli tiket dengan biaya Rp. 900.000 (sembilang ratus ribuh rupiah) terkecuali Yunus Eki Gobay tanpa tiket kecolongan naik kapal,issss katanya eee…

setelah naik kapal, cari tempat capeh juuugaaa….akhirnya kami dapat tempat di deck 5…asyikkk, saat pemeriksaan tiket oleh petugas, saya selalu sembunyi dibawah tempat tidur,kata Yunus Eki Gobai yang tidak memiliki tiket kapal tu…hahaha waee EKii ko jago juga eee…hahh.!!

Perjalanan jauh,harus lalui 5 malam  baru sampai di pelabuhan sama busa di Nabire,setiap kali pemeriksaan, saya harus bersembunyi dibawah tempat tidur,sunggu matiiiiii,…saya malas tapi trapapa…pikir Eki Gobay dalam benaknya lantaran ybs belum kantongi tiket kapal tu..haeeee….!!!

semalam kemudian dari jakarta,sampai di pelabuhan surabaya,teman kami, Yonas You dan Enggel tekege,kami baku pisah sambil salam-salaman khas orang papua (kippo moti) tanda sampai jumpa nogeima ..kwkwkkwkw

adohh…Perjalanan amat panjang..harus lalui beberapa malam diatas lautan..sunggu dalam kapal melelahkan dan membosankan..apalagi setiap malam pemeriksaan tiket saya harus sembunyi dibawah tempat tidur..untung saja..petugas pemeriksaan tiket selalu kecolongan …siapa suruuu..!!

Setelah beberapa malam kemudian,tepat hari kamis tanggal 19 Desember 2013,kira-kira jam 1:00 wit,tiba dipelabuhan sama busa Nabire,papua,setelah turun dari kapal,kami  berpisah lagi,teman-teman yang lain,frans Goo dan Marten Yeimo, tinggal di nabire,

Sedangkan Saya (Eki Gobay-red) rencana lanjut ke paniai,tidak tunggu-tunggu lama,saya langsung naik mobil (inova) dari pelabuhan sama busa nabire kira-kira jam 2:00 wib,perjalanan darat (jalan trans) cukup jauh jugaaa hahah,

Naik Gunung,turun gunung,baru bisa sampe  kampung halaman di Geitogo,trus…harus lalui wilayah dogiyai dan deiyai dengan jarak tempu 12 (dua belas) jam kemudian lalu bisa sampai di enarotali,ibu kota kabupaten Paniai,

Sampai sudah….sekitar jam 12:00 wib,tiba di enarotali dengan mobil inova,selanjutnya saya menuju ke kampung tercintaku,geitogo satu kampung di wilayah pemerintahan paniai,ya..luar biasa..saya bisa ketemu dengan orang tua tercintaku,…disana kami rayakan natal bersama dengan orang tua ditempat yang saya dibesarkan itu…dahsyatttt.,…salute buat ekiiii…hahha

Editor:Methu Badii
komentar | | Read More...

Re-Organisasi Forkopmade,Ini Hasil Kesepakatan di Yogja


Mari kita, menata kembali sturuktur organisasi forum komunikasi pelajar dan mahasiswa deiyai (forkopmade) sejawa & bali yang telah dibubarkan Tahun lalu di kota Malang itu..?tanya Mateus Tekege, 
Pertanyaan yang posting di forum Deiyai News itu, menuai  banyak komentar dan pertanyaan dari mahasiswa.?berikut komentar dan pertanyaa tu..!!

 Mahasiswa Deiyai mau menata kembali organisasi itu, Ipmade atau forkopmade,soalnya forkopmade sudah terdaftar di pemerintah Deiyai ini.?? Tanya Agus Mote,
 kita wilayah meuwo bikin satu organisasi saja,Nabire,Dogiyai,Deiyai dan Paniai jangan sejawa & bali perkabupaten ,pikiran terlalu kotak-kotak sekali..k?Ujar Jhon Ukago,Mahasiswa Deiyai kuliah disurabaya.

usulan Jhon ukago dijawab oleh Jhon Pekey, Ipmado sedang berjalan padahal Forkopmade & ipmado sama-sama dibubarkan saat Natal Ipmanapandodei di kota Malang tahun 2012, 

Mari kita bicara sama-sama cari jalan keluarnya,Apakah Forkopmade re-organisasi atau tidak perlu bentuk, karena terjadi kotak-kotakan antara suku Mee di wialayah Meepago,Komentar Jhon pekey dari bogor.

Secara tidak resmi ipmado & forkopmade dibubarkan di kota malang,selanjutnya ditetapkan  satu wadah yaitu  ipmanapandodei sejawa & bali,,

namun sejak dibubarkan sampai tahun 2014.tidak ada satu kegiatanpun yang dilakukan oleh aktor-aktor yang bubarkan kedua organisasi itu menjadi alasan yang kuat untuk re-organisasi forkopmade,kata Jhiny freedom, 

Saya setuju re-oraganisasir forkopmade tapi intinya saya bukan orang nabire,dogiyai,deiyai dan paniai, tapai saya orang Mee,

Saya secara pribadi,tidak mendukung banyak organ masing-masing kabupaten didaerah meuwodide,banyak organ membuat kita cerai-berai,komentar Piche Takimaibo dari surabaya.

Forkopmade dibentuk sudah berjalan baik,kenapa dibubarkan tanpa hadirkan pencetusnya.?tanya mesak pekey,dijawab Jekson Ikomou,factor utama dibubarkan forkopmade adalah ketika pemda deiyai datang bagikan uang (pemondokan & Tugas Akhir),

Menurut Jekson Ikomou,Uang sering  ditahan di Badan Pelaksana Harian (BPH)  Forkopmade pusat,soal itu kami menjadi masalah,jawab Jekson  dari bandung.

Forkopmade silakan re-organisasi kalau mau adakan kegiatan yang sifatnya membangun intelectualitas seperti pelatihan jurnalis dan kepemimpinan dll, mari kita evaluasi silakan atur waktu sdh,ujar Jekson..!!

 Usulan dari Senioritas,Ones Madaibo,Banyak masalah yang selalu terjadi dipapua pada umumnya dan khususnya di meuwodide yang harus disikapi oleh kaum intelectual,jd segera re-organisasi forkopmade,

Contoh Kasus, penembakan terhadap Alfius Mote setelah forkopmade dibubarkan,tidak satu organisasi yang menyikapi persoalan tersebut.Kata Ones,

 ah,datang saja di asrama deiyai di yogjakarta sudah,kita sama-sama bicara soal re-organisasi forkopmade,Ajak Bidaipouga Mote,dari Yogjakarta,

akhirnya,disimpulkan untuk membicarakan unek-unek re-organisasi forkopmade, pada tanggal 8 Februari 2014, di asrama deiyai di Yogjakarta,
berikut hasil kesepakatannya saat diskusi.??

 1. Apabila salah satu kota study yang ingin pengadaan asrama permanen aset Pemerintah Daerah [Pemda] Deiyai, maka harus tindak lanjuti oleh FORKOPMADE.

2. pembagian dana (Pemondokan & Tugas Akhir) dari Pemda Deiyai turun langsung ke masing-masing kota Study,

3. Kegiatan yang diadakan oleh FORKOPMADE harus di libatkan seluruh Mahasiswa Mee yang ada

4. Badan Formatur telah di bentuk,selanjutnya akan ada pemilihan ketua Forkopmade Sejawa & bali,serta rerevisi AD/ ART 

5. Badan Formatur telah di bebankan kepada setiap kota study Rp 1.000.000 (Satu juta ribuh rupiah) untuk pemilihan Ketua dan badan pengurus FORKOPMADE,
Ini Alasan re-organisasi FORKOPMADE.?

_Forkopmade dihidupkan kembali untuk mengadakan Semina, Pelatihan, maupun kegiatan  pengembangan kuliatas mahasiswa lainnya,

 _Forkopmade diaktivekan kembali untuk menindaklanjuti masalah social yang terjadi Meuwodide pada umumnya & khususnya di kabupaten Deiyai,

        _Diharapkan melalu organisasi Forkopmade membangun tali persaudaraan & saling mengenal satu mahasiswa dan mahasiswa lainnya,

_Kapan bentuk ketua forkopmade yang dibubar itu.??tanya perintis Forkomade, Agus Mote,ditanggapi Marselino Tekege dari semarang,wauwa Agus,pertemuan waktu lalu diYogja,

kami sudah bentuk badan formatur pemilihan ketua,tunggu surat undangan pemilihan ketua.??

Badan formatur pemilihan Ketua Fokopmade sejawa & bali telah dibentuk dan dipercayakan kota study surabaya,dalam waktu dekat,akan dibentuk dari asrama deiyai yogja,tanggapan Stefen bukega dari Yogja menanggapi pertanyaan senioritas, Agus mote,

Salute buat perintis & pencetus forkopmade terutama untuk senior Elias bidaugi pigome & Agus Mote,komentar Frans Madai,

lanjutnya frans.kami kota study surabaya dipercayakan arrange ketua forkopmade,namun badan formatur masih kendala dokumen Forkopmade lama...

dokumen yang kamu butuhkan diantaranya logo,cap dan AD/ART yang lama,bila ada kirim lewat e-mail k.?tanya frans Madai,ok,kami siap kirim semua dokumen,jawab Elias & Agus,

_pemicu banyak organisasi tingkat mahasiswa.??pemekaran kabupaten, membuat kita kotak-kotakan,padahal sebelumnya kita dikenal Suku Mee,

kita dulu dipake istilah suku mee dari "kegataka sampai makataka" tapi sekarang kabupaten dekat-dekat memisahkan dari wilayah Meepago pegunungan tengah papua”


 Editor:Methu Badii 
komentar | | Read More...

Ubi Jalar Menuju Kepunahan


Peralihan makanan pokok,umbian ke beras,inilah Sub judul buku “Ubi Jalar Menuju Kepunahan” yang  sedang ditulis oleh seorang intelektual Papua Asal Deiyai,Andreas Badii,S.Kom,

sebuah buku Kecil yang mengulas tentang peralihan makanan pokok “umpian ke beras” sedang dalam proses penulisan, beberapa bulan kedepan buku kecil tersebut akan hadir ditengah sidang pembaca,tulis Andreas Badii dalam sebuah forum facebook,Selasa (8/12/2013)

Ubi jalar adalah makan pokok orang papua yang telah diwarikan oleh nenek moyang bangsa papua.namun era-modern sekarang sudah terancam punah.harus perangi ancaman ini.? Tulis Andreas badii yang juga adalah Alumni STIKOM,Muhamadiyah jayapura ini,

Makanan Pokok Orang papua,ubi Jalar sudah beralih ke makanan modern,beras, pada hal,kata dia, makanan Asli atau makanan pokok,ubi jala, puluhan bahkan ratusan tahun mejadi makan khas orang papua, kenapa sekarang telah tinggalkan kita..?ulas Anreas,

Peralihan Makan pokok (tradisional) ke Makan modern,beras, Andreas Badii Mencohkan,Apu,Momai,Dee (ubi jalar),Nota (petatas),Nomo (keladi),Tobonuwe (keladi Menado) sudah punah dari tanah papua,kondisi realitas ditanah papua sekarang beras bantuan jps yang berkuasa menggantikan makanan pokok.

Sementara, Sayuran tradisional yaitu Digiyo Napo (sayur Hitam),Dade (sayur gedi) ata,watu,tikidi,pego (satur paku) yang selalu ada dilahan maupun yang ditanam kebun-kebun sudah ditinggalkan dari kehidupan orang papua dan beralih ke supermi,indomie & sardines dll,jelas Anreas Badii.

Pertanyaan buat Orang papua,mampu mengtasi, makanan tradisional (umbian) beralih ke makan moden (beras)..?sayur tradisional (digionaopo & Dade) beralih ke supermi & Indomie.??atau kita ucapakan selamat jalan makanan kesayang kami,Tanya Anderas Prihatin..!!!!

Editor:Methu Badii
komentar | | Read More...
 
MajalahSelangkah | TabloidJubi | SuaraPapua | Jaringan Damai Papua | KnpbNews | Persipura | Papua Web | Buku Untuk papua | LIPI | Papua Pos|
Copyright © 2011. Pers.All Rights |www.MethuBadii.blogspot.com|Saya Tidak Takut Pada Ujung Senjata tapi Saya Hanya Takut Pada Ujung Pena|
Design Template by Methu badii | Support by Melukis Papua Dengan Kata |