News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.
Hot News »
Bagikan kepada teman!

Situs Sejarah Siroa Simamor

Penulis : methu badii on Senin, 07 Juli 2014 | 09.07

Senin, 07 Juli 2014


Pada celah-celah berukuran sedang di dinding karang sebelah luar dari  tanjung kecil yang nyatanya menyerupai naga raksasa sedang membuka mulut dengan gigi gigi tajamnya mencuat itulah, tersimpan puluhan tulang manusia. Ada tulang tengkorak, tulang kering, tulang paha, tulang rusuk, dan tulang lengan. Di depannya terbentang laut teluk Cendrawasih. Ia tenang bagai hamparan permadani biru. 


Siroa Simamor, begitu aku menyebutnya ketika menulis sebuah tulisan tentang situs sejarah ini,ketika bersama sahabatku, Hery Tebay, didampingi guru Sejarah,Longginus Pekey, ikut dalam rombongan Lawatan Sejarah KabupatenNabire 2010. Aku ingat tanggalnya: 3 Mei 2010.

Situs Sejarah SiroaSimamor ada di pulau Moor. Pulau Moor, letaknya tak jauh dari bibir pelabuhan Samabusa Nabire, pada laut teluk Cendrawasih. 

Aku bersyukur dipilih sekolah mengikuti kegiatan itu. Setiap sekolah di Nabire mengirim masing-masing 2 siswa dengan guru sejarahnya sebagai guru pendamping.Kami mengunjungi situs-situs sejarah yang berada di kabupatenNabire.

Banyak situs sejarah yang kami kunjungi. Sayang, tak banyak informasi yang dapat kami gali,karena waktu yang digunakan cuma sehari. Masing-masing situs hanyadisinggahi kurang dari 4 jam. Waktu yang singkat untuk menggali cerita yang termeterai di balik situs –situs itu. Dan barangkali karena singkatnya waktu, informasi yang kami dapat pun tidak mendalam. 

Hari itu, saya dan Hery telah bersiap di asrama putera Teruna Karsa pukul 06.00 WP. Kami langsung menuju kantor bupati Nabire. Di halaman kantor, kami bertemupak Longgi, guru sejarah kami, yang langsung memberi kami baju lawatan sejarah berwarna kuning hitam -yang sampai kini suka akukenakan.

Saya bertemu teman-temandari sekolah lain. Berkenalan, berjabat tangan pasti terjadi. Kamilangsung akrab. Habis breefing dan upacara pelepasan rombongan oleh bupati, kami sarapan. Tak lama kemudian, kami berangkat menggunakan bus milik Uswim Nabire. 

Tujuan pertama kamiadalah mengunjungi situs sejarah Air Mendidih di Samabusa. Seingatku,sahabatku, Hery, memfokuskan diri menulis tentang situs sejarah AirMendidih ini. Belakangan aku tahu, ia telah membuatnya menajdi sebuah karya tulis. Sampai pada samping jalan tempat situs itu, rombongan kami dipimpin seorang warga masuk menuju hutan. Kami menuju situsitu.

Jalan masuknya tidak terawat. Rumput tinggi, tanda tak ada yang peduli nasib situs ini.Sepertinya jarang orang mengunjungi situs itu. Di tengah hutan itu,di daerah berair, seperti rawa dalam hutan, kami masuk. Ada jembatan kayu yang dibuat. Melaluinya kami sampai pada situs itu.

Air panas menyembur daridalam tanah, dan memancar setinggi setengah meter. Panas! Kata warga,untuk membuat telur mentah menjadi masak, butuh waktu kurang dari 3menit, bila diceburkan dalam air itu. Daun hijau langsung layu ketika saya melemparkannya ke dalam.

Kami mewawancarai wargaitu. Menurutnya, situs itu ditemukan oleh para kekerja pada PT.Nabire Jaya sekitar tahun 1980-an. Mata air panas itu katanya berpindah-pindah secara periodik, dalam kurun waktu berkisar sepuluh tahunan. Telah banyak kali air itu berpindah tempat.

Saya yakin, ada ceritaatau kepercayaan rakyat setempat berhubungan dengan air mendidih ini,atau ada keterangan lain. Sayang, kami harus pergi mengunjungi situssejarah lain. 

Kami menuju Samabusa,dekat pelabuhan laut, kami singgah pada rumah seorang kepala sukudisitu. Kemudian kami tahu, bahwa secara periodik, air mendidih ituaka berpindah tempat. Ia akan mengeluarkan bunyi, seperti bunyi letusan, bila ia berpindah temat, kata dia. (Aku lupa nama kepala suku dan warga yang kami wawancarai. Namanya ada pada buku cacatank uyang kini masih tersimpan di Nabire. Aku telah mencatat namanya.)

Setelahnnya, kami menujuMakimi. Disana, ada patung batu menyerupai manusia. Aku tidakmengorek keterangan yang banyak, selain karena faktor waktu, juga karena penduduk Makimi tidak menjelaskannya secara detail tentangl atar belakang adanya patung batu itu, menurut kepercayaan mereka.

Sedikit yang saya tahu:patung batu itu ada mitosnya. Menurut cerita, nenek moyang orangMakimi datang menggunakan perahu, kemudian menetap di Makimi. Adacerita mengenai air bah yang datang melanda Makimi karena hidup orangMakimi tidak sesuai perntah nenek moyang. Lalu ada yang lari. Adacerita jgua tentang manusia yang berubah jadi patung batu.

Saya tidak tahu, apakahsaya salah atau tidak, inilah yang saya tangkap. Tidak lama kemudian,kami jalan menuju Makimi barat, di muara sungai Legari. Cukup jauh.

Tiba di bibir muara sungai, ada perahu besar yang menanti kami. Sementara bensin diisi, kami makan. Saya, Hery, pak Longgi, juga seroang teman dari SMAN1 Nabire dan Yusuf  Tabuni dari YPK Nabire duduk bersama di ruritan perahu, makan.

Beberapa ikan melompat,kemudian turun lagi. Sementara burung-burung camar terbang di atasrata-rata air laut. Sementara laut tak beriak, bak permadani biru.Sungguh pemandangan yang indah, memanjakan mata. 

Setelah makan, semua naikke dalam perahu. Melalui sungai Legari, kami masuk laut. Lepas bibirpatai, kami membelokkan perahu menuju barat. Kami menuju pulau Moor, mengunjungi situs sejarah pulau Moor.. 

Rencananya, kami juga akanmengunjungi rongsokan pesawat di pulau Ohee. Rongsokan pesawat itujatuh kala perang dunia II. Aku tidak tahu, apakah pesawat itu milikJepang, milik Belanda, atau Amerika Serikat.

Tiba di dekat pulau Moor, kami melihat kumpulan manusia di bibir pantai. Beberapa saat kemudian, meluncurlah dua berahu. Mereka telah menghias perahu itu.Karena dalam rombongan ada pejabat pemerintah kabupaten Nabire, mereka menyambut kami dengan tarian.
Saya kagumi mereka, tak kuatir tenggelam, tak kuatir apapun, mereka malah yospan sambil bernyanyi di atas perahu kecil mereka. Ombak tidak mereka hiraukan.Alam dan manusia seakan telah bersatu, membentuk manusia Moor. 

Setelah tiba, kami diharuskan menginjakkan kaki di atas piring batu yang telah diisipasir. Itu upaara wajib bagi para pendatang dari luar pulau.Pandangan mata mereka bersahabat, memaksa senyuman tersungging dibibir. Kami menuju balai desa.

Disana, kami diminta untuk tidak membawa apapun dari pulau itu, karena akan kena kutuk.Juga diminta untuk berperilaku baik, juga agar tidak dikutuk.Selanjutnya, seorang sesepuh desa memimpin kami menyusuri bibir pulau Moor, menuju barat balai desa.

Menyusuri pantai yang adalah kegemaranku saat itu sangat aku nikmati. Aku akui, pulau Moor bak surga tersembunyi. Karang indahnya, air laut yang masih jernih, juga hutan bakau dan kelapa di bibir pantai yang menghijau juga mempercantik pulau ini.
Dari jauh kelihatan, adatanjung yang lebih menyerupai mulut naga raksasa dengan mulutterbuka. Masyarakat yang turut bersama kami menjelaskan, disanalahsitus itu berada. Disana, di celah-celah tebing karang itu,tersimpan puluhan tulang. Ada tulang tengkorak, tulang rusuk. Tulangkering, tulang paha, da tulang lengan tangan.

Masyarakat mengaku tidak banyak tahu tentang itu. Yang lebih tahu adalah tetua adat, begitu kata mereka. Yang jelas, telah saya dengar, di situs itu, kita tidakdapat berlama-lama. Hanya sekitar 10 menit. Tidak boleh lebih. Akanterjadi hal-hal yang tidak diinginkan, begitu kata warga.

Tiba di tanjung kecil menyeruai mulut naga itu, tetua adat naik tangga kecil. Ia memasukkantangan ke dalam lubang, setelah mengucapkan beberapa kata yang tidakkami dengar. Setelahnya, ia mengambil tulang tengkorak manusia,tulang rusuk, tulang paha, dan tulang yang lain untuk kami lihat.

Setelahnya, ia menjelaskan cerita sejarah Siroa Simamor. Dahulu kala, pulau Moor dan pulau lainnya di barat pulau Moor bersatu. Disitu, hidup seorang lelaki bernama Siroa. Ia berkepala manusia bertubuh ular. 

Siroa adalah yang memimpin rakyat di pulau itu. Ia mengajarkan yang baik, dan senantiasa memberitakan tentang bagaimana hidup yang baik. Seiring tumbuh dewasanya, Siroa hendak mencari isteri. Karena memunyai badanyang bukan seperti manusia pada umumnya, ketika hendak meminanggadis untuk diperistrinya, semua menolak.

Siroa kecewa. Belakangan,terjadi hal yang aneh di pulau mereka. Anak gadis mereka seringhilang. Hilang selamanya, dan tanpa jejak. Anak-anak mereka pundemikian. 

Masyarakat mencurigai Siroa sebagai dalang. Mereka beralasan, kejadian itu terjadi setelah kekecewaan Siroa karena selalu ditolak bila meminang gadis mereka.Diam-diam, mereka berencana membunuh Siroa.

Pada sebuah tempat  pertemuan, yang di tengahnya ada lubang batu raksasa, disanalah mereka berpura-pura bertemu untuk membicarakan sesuatu. Siroa, tanpa curiga sedikitpun, hadir disana. Pada waktu yang tepat, kepalanya dipenggal. Tubuhnya diangkat, dan dimasukkan kedalam lubang itu.

Sebelum ia tenggelam dalam lobang itu, Siroa berpesan: Siroa akan kembali suatu ketika, guna mengetahui apakah masyakarat pulau Moor mengikuti danmelaksanahkan segala-sesuatu yang diperintahkanya atau tidak. Pada saat itulah, Siroa menjanjikan penghakiman atas mereka.

Siroa tenggelam.Terjadilah gempa bumi dasyat. Air laut naik, dan menghantam tengah-tengah pulau, tepat pada lubang itu. Pulau pun terbagi dua,juga tepat pada lubang itu. Mayat Siroa raib entah kemana. 

Kini, di pulau Moor maupun pulau yang di ujung barat itu, masing masing memiliki tanjung menyerupai kepala naga raksasa. Kedua tanjung kepala naga itu dimiliki masing-masing pulau yang dahulu satu pulau itu, saling berhadapan. 

Di dalam tebing karang ditanjung itulah, ditemukan banyak tulang belulang. Diyakini, tulangitu adalah tulang dari para gadis yang telah hilang pada waktu Siroahidup dahulu. Tulang-tulang itu dipelihara oleh seorang tetua adat.

Sayang, karena kurangnya perawatan dan perhatian dari pemerintah, beberapa tulang malah berhasil dicuri oleh orang luar negeri yang berkunjung ke situ.

Setelah pamit, kami ingin mengunjungi rongsokan pesawat peninggalan perang dunia II itu. Sayangnya, waktu yang kami miliki tidak mengizinkan. Terpaksa kami membatalkan rencana untuk ke pulau Ohee, pada rongsokan pesawat itu.

Kami langsung menujupelabuhan Samabusa, tempat dimana nantinya Bus yang telah siap akanmengantar kami menuju kota Nabire. Waktu menunjuk pulul 4 sore. Udaracerah. Air laut beriak kecil. Saya menikmati perjalanan itu.

Beberapa ikan kecil berlompatan di sekeliling kami, mencoba memberitahu kami akan keberadaan mereka. Tak lama kemudian, ikan kecil di sekiat perahu kami menjadi sangat banyak. Air menjadi berombak besar. Anehnya, ombak itu hanya di sekiat perahu. Ternyata kerena adanya ikan Lumba-Lumba.

Saya melihat ikan lumba-lumba. Beberapa saat kemudian, 3 ekor ikan lumba-lumba meloncat indah, kemudian membenamkan diri kembali ke laut. Indah sekali. Dari jauh, kami memandang pulau Ohee. Waktu semakin berlalu. Pukul 6.00 sore, kami telah mendekati pelabuhan Samabusa.

Kami makan malam. Sesampainya di pelabuhan Samabusa, kami langsung menuju bus yang akan membawa kami menuju kota Nabire. Semua sibuk dengan aktivitasnya. Tak ada yang bicara. Aku melihat kebanyakan dari rombongan tertidur dalam Bus.

Aku mencoba tidur, namun pikiranku tidak mampu kutenangkan. Situs sejarah pulau Moor: Siroa Simamor terus terbayang dalam benak saya. Aku bandingkan dengancerita mesianis Kohei daba pada daerah kami. Sedikit sama.

Aku lebih tertarik mengeksplorasi situs ini. Jadinya, aku memilik situs itu untuk kutuliskan. Aku telah membuat seperti sebuah paper yang memaparkan situs sejarah itu. Pak Loggi telah mengambil beberapa gambar dari teman-teman gurunya yang ketika itu menjadi pendamping, berkaitan dengan situs sejarah pulau Moor.

Selama seminggu berikutnya, saya juga Hery sibuk membuat paper tentang situ sejarah itu. Aku membuat tentang situs sejarah pulau Moor. Jadilah papernya dengan judul, Siroa Simamor: Situs sejarah pulau Moor.

Belakangan, aku ketahui file tentang Siroa Simamor yang saya buat itu hilang dari leptop milik pak Longgi. Entahlah. Yang jelas, saya tahu satu hal:

Nabire kaya akan potensi wisata daerah. Nabire kaya akan keindahan alam yang potensial untukdijadikan tempat wisata dan dipromosikan. Saat itu –mungkin juga hingga kini- situs situs sejarah itu, pantai-pantai indah itu, hutan bakau dan hutan magrove itu, dan semua keindahan alam itu dibiarkan begitu saja, tanpa diolah, dilindungi, diproteksi, dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
Ingin kembali mengunjungi situs-situs sejarah itu.

Penulis@Sanimala Bastian Tebay,Mahasiswa Papua kuliah Yogja

komentar | | Read More...

Nontong Bareng Piala Dunia Brazil 2014 Di Nabire Rameh

Penulis : methu badii on Sabtu, 05 Juli 2014 | 02.57

Sabtu, 05 Juli 2014


Nabire,Ditengah terik mata hari, sore itu, jumat (4/07/2014), ratusan pendudkung fanatik timnas jerman vs timnas prancis dengan gayanya masing-masing mulai pawai menggunakan sepeda motor dan mobil serta kijang dipenuhi pecinta sepakbola keliling kota nabire tampak ramehhh, 

pendukung dengan mengenakan pakaian kostum club kesayangannyadengan  membawa bendera kedua negara , motor dan mobil klaskson degan nada keras membuat pengendara yang lain yang mengunakan jalan raya, tak dapat dihiraukan dan sempat memacetkan lalu lintas depan pasar oyehe dan sepanjang pantai Maaf kota nabire,papua

piala dunia brazil 2014 yang mempertemukan club-club terbaik di dunia ini mendapat hak siar tvone dan antv  yang menayangkan secara langsung dari brazil itu,sunggu menarik perhatian pecintah sepkbola indonesia,tak tertinggal masyarakat papua umumnya dan khususnya di masyarakat nabire,

café Nabire cyber yang terletak di jln kususma bangsa nabire itu dipasang layar besar untuk nontong bareng,laga memasuki perempat final yang mempertemukan jerman vs prancis suasana bedah dari babak pengisian sebelumnya,itu terjadi karena  karena pertarungan yang ketat merebut tiket final,

di tempat nontong bareng (nobar),para pecinta sepakbola mulai memadatinya walaupun pertandingan mulai jam 12 malam,hahhah..internetan pake wifii nabire cyber sambil menunggu laga bergensi yang mempertemukan timnas Perancis vs timnas Jerman mulai,lama & bosan,tampak mereka mulai pesan minuman sesuai seledara masing2 hahhah

memasuki jam 11:30,malam,dua tempat nontong bareng café nabire cyber dan xxI (exexone) dipadati manusia sampai tahambur diluar, diluar,luar biasa,tampak pelayan café sibuk menyusun tempat duduk,oh iya duduk harus pesan minum,bukan gratis,harus bayar 1oribuh segelas,terserah mo minum apawae…??

Penulis Methu Badii Alias Melukis Papua Dengan Kata
komentar | | Read More...

WPNA Adalah OPM Palsu

Penulis : methu badii on Jumat, 04 Juli 2014 | 00.04

Jumat, 04 Juli 2014


Ada siapa dibalik eksekusi suaka 42 warga Papua ke Australia pertengahan tahun 2006 silam. Ada siapa dibalik bentrokan Lapangan Trikora Abepura berdarah. Siapa juga yang melakukan misi freedom frotilla dari Australia ke Merauke Papua. Organisasi penggerak aksi-aksi tersebut rupanya dibeking oleh kerjasama intelejend Indonesia dengan Australia.

West Papua National Authoriti (WPNA) yang di kepalai oleh Yakop Rumbiak, kerap bikin pusing pemerintah Indonesia dengan aksi-aksi separatis. Padahal, seluruh kejadian tersebut hanyalah rekayasa. Bukanlah murni perjuangan pembebasan Papua Barat, seperti yang selama ini publik dibuat geram oleh eksen mereka.

Herannya, tiap kali aksi-aksi mereka, seakan heboh. Entah karena merupakan agen Badan Intelejend Negara, pura-pura saja bikin pengalihan isu sistematis, dengan maksud tidak jelas. Tapi, sayangnya, banyak warga sipil menjadi korban kebiadapan orang-orang yang menyandera isu politik Papua itu. Sebut saja, suaka politik ke Australi, malah sebagian dari mereka yang kesana, nasibnya tidak jelas.

Lalu, kongres III Papua di lapangan trikora Abepura Papua yang berakhir dengan penyisiran aparat berujung pada korban berjatuhan. Belum lagi, aksi mereka menggunakan kapal dari Australia ke Papua dengan misi freedom frotila.

Organisasi siluman mengatasnamakan diri sebagai organisasi Papua Merdeka itu kerap mereka bikin kegiatan/aksi yang kemudian mengancam eksistensi negara sendiri.

Sehubungan dengan jelang KTT Pemimpim MSG pertengahan Februari 2014 ini, kepala Misi WPNCL, Andy Ajamiseba bersama Wakil Ketua WPNCL Jhon O. Ondawame mengadakan rapat bersama dengan special envoy for decolonisation sekaligus anggota MSG Eminent Persons dari Vanuatu, Hon. Joe Natuman, tentang rencana pelaksanaan MSG Foreign Minister Meeting untuk melaporkan hasil kunjungan mereka di papua barat kepada MSG Leaders.
Dan sesuai keputusan bahwa MSG Foreign Minister Meeting akan di laksanakan pada Tanggal 23-28 Februari 2014. Dan dari pertemuan tersebut menurut Tuan. Andy Ajamiseba bahwa ada indikasi Aplikasi WPNCL akan di tolak dengan alasan bahwa banyaknya organisasi-organisasi perjuangan yang belum bersatu.

Aksi-aksi WPNA menggalang dukungan dari negara-negara MSG, tercium sudah. Andy Ajamiseba seketika rapat dengan pihak Vanuatu, dia dihubungi via telepon oleh Perdana Menteri Vanuatu, Hon. Moana Carcasses Calosil dan memberitahukan bahwa Menteri Luar Negara Republik Federasi Papua Barat, Tuan Jacob Rumbiak ingin bertemu dirinya hari senin, 3 February 2014 dan memohon Tuan Andy A, untuk memberikan latar belakang dari Menlu NRFPB Jacob Rumbiak, dan Tuan. Andy menjelaskan bahwa Menlu Jacob Rumbiak adalah seorang Agen RI yang mengunjungi Jakarta dan menerima uang dari Jakarta sebesar USD.18.000,- dan misinya adalah untuk menggagalkan palikasi WPNCL kemudian PM Hon. Moana C. Calosil menjanjikan bahwa ini akan menjadi pertemuan terakhir kalinya bagi Menlu NRFPB untuk bisa bertemu.

Situasi seperti itu, menurut WPNCL, keberadaan Yakop Rumbiak merupakan kaki tangan NKRI akan menggunakan underground Networknya yang berada di dalam komponen perjuangan papua merdeka untuk menciptakan atau tetap mempertahankan status quo atau perpecahan didalam setiap komponen perjuangan dan hal ini juga yang akan menguatkan setiap upaya Frans Joku dan Nick Messet dalam melakukan propaganda di MSG.

SIAPA PENGGAGAS WPNA?

Frans Albert Joku, Nick Meset dan beberapa pengungsi yang ada di PNG. EXSEKUTOR dan konsep ini ditipkan kepada Jack Kalem yang disinyalir anggota BIN dan selanjutnya pesan ini disampaikan kepada Alm.Terry Joku yang saat itu mengklim dirinya sebagai Ketua Anggota Parlement Papua ala kelompok WPNA. Setelah itu Alm Terry dan beberapa petinggi WPNA (Edison Waromi, Frans Kapisa dll) menghadap BIN di Jakarat dan juga Menteri Luar Negeri WPNA Jacob Rumbiak yang sering pulang pergi Jakarata-Australia secara bebas.

Singkat cerita WPNA memprakarsai Konsesus yang pada klimaksnya mengadakan KRP-III yang ditentang oleh banyak orang namun ini terus melakukan kegiatan melawan perjuangan OPM (WPNCL), yang akhirnya sekarang jelas dimana KONSEPTOR WPNA ( A Joku dan N Meset) dengan keras berusaha menggolkan rencana mereka bukan kemerdekaan namun tetap dibawa NKRI.
Sejarah pembentukan dan praktik agenda-agenda WPNA, disimpulkan bahwa organisasi tersebut benar-benar menjalankan misi kapitalisasi isu Papua Merdeka alias, Markas OPM menyebutnya kelompok boneka NKRI.

Menurut TPN/OPM, pentolan WPNA (Jacob Rumbiak Cs) yang berteriak merdeka namun akhirnya bermuara ke misi-misi sistematis (boneka) yaitu melawan aplikasi WPNCL yang memperjuangkan Penentuan Nasip Sendiri dan menyoroti, pelanggaran Ham di Papua Barat dan mengantikanya dengan menjadi anggota MSG dalam kerja sama ekonomi.

Apa maksudnya orang-orang dengan simbol organisasi kemerdekaan Papua ini merekayasa isu separatis semata, apa tujuan mereka? Ada beberapa peristiwa pengalihan isu yang mereka (WPNA) lakukan. Diantaranya:
  1. Demonstrasi total rakyat Papua dibawah organisasi Front PEPERA PB menuntup freeport tutup Maret 2006. Aksi ini dihabisi dengan pengalihan isu suaka politik 42 warga Papua yang menyeberang ke Australia. Kasus ini sempat menjadi headline media australia maupun Indonesia sendiri. Dapat disimpulkan bahwa OPM yang berlayar ke ausie hanya alat intelejend lindungi freeport.
  2. Demonstrasi Buruh freeport yang berakhir pada lumpuhnya perusahaan Amerika itu, kemudian orang-orang di WPNA terlibat dalam sebuah kongres yang digelar di lapangan trikora Jayapura. Kongres atau rapat tersebut berakhir dengan militer Indonesia menyerbu acara itu. Banyak korban bergelimpangan. Organisasi HAM di Indonesia pada ribut smua. Namun, apa yang terjadi? sia-sia saja karena dibalik itu hanyalah rekayasa pengalihan isu dari pemberontakan buruh freeport menuntut kenaikan upah.
  3. Ditengah pemerintah Indonesia melakukan negosiasi pajak sesuai penerapan UU pertambangan, salah satunya yang di atur adalah freeport. Apa yang timbul dari proses ini? misi freedom frotila menyisir lautan austalia ke Papua. Misi ini untung saja tidak membuat panik militer Indonesia seperti misi sebelumnya. Akibatnya, kampanye yang berbaju hak asasi manusia ini berakhir dengan seremoni adat di tengah laut.
  4. Sekarang, Indonesia pakai WPNA lagi, untuk kembali masuk ke zona pasifik demi mengganggung aplikasi WPNCL. Yakop Rumbiak dibayar 18.000 dollar amerika oleh Pemerintah Indonesia, dengan maksud berkampanye untuk gagalkan aplikasi keanggotan Papua dalam MSG.

Dengan demikian, aksi-aksi organisasi WPNA selama ini baik di Tanah Papua maupun di Australia, penuh dengan kebohongan. Bahkan cacat hak asasi, demokrasi dan keluhuran perjuangan pembebasan. Kedepan, saya sarankan kepada publik Indonesia maupun dunia, tak perlu terpancing dengan eksen yang dilakukan atasnama Papua merdeka, dari australia maupun didalam negeri sendiri, khususnya bila aktor aksi tersebut dari WPNA.

 Penulis :Arkilaus Baho (pemuda papua)
komentar | | Read More...

Gema Papua Merdeka Bikin Indonesia Panik

Penulis : methu badii on Rabu, 25 Juni 2014 | 20.02

Rabu, 25 Juni 2014



Jayapura,Perjuangan Papua Merdeka terus bergema. Penguasa kolonial Indonesia sepertinya sudah tidak sanggup menghalau dengan cara-cara busuknya. Kunjungan SBY ke Fiji hingga operasi intelijen di dunia maya menunjukan kepanikan Indonesia atas gaung Papua Merdeka.

Demikian kesimpulan pembacaan situasi yang dikeluarkan oleh Sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Menurut KNPB, kunjungan Presiden SBY ke Fiji kemarin adalah sikap kepanikan Indonesia karena kebenaran yang diperjuangkan oleh bangsa Papua selama ini mulai diperjuangkan secara terbuka oleh Masyarakat dan Gereja-Gereja di Melanesia, Pasifik dan negara-negara lain.
Selain itu, KNPB juga memandang adanya operasi intelijen Indonesia melalui perang opini di dunia maya. Intelijen Indonesia berpura-pura menggunakan identitas nama dan marga orang Papua dan menulis opini-opini yang bertujuan menggiring pikiran pembaca untuk mengambil sikap apatis terhadap perjuangan bangsa Papua.

“Mereka menggunakan situs bebas kompasiana, dan situs -situs tanpa identitas lainnya, lalu mereka sebarkan ke group-group dan pengguna media sosial facebook dan twitter milik orang Papua. Lucunya, mereka berusaha menyampaikan ide-ide kesejahteraan dan pembangunan NKRI sambil menyudutkan perjuangan Papua Merdeka,” tulis KNPB dalam uraiannya

Namun demikian, menurut KNPB, rakyat West Papua tidak akan mudah menelan semua propaganda penjajah secara mentah-mentah. Rakyat West Papua sudah tidak dapat ditipu lagi. Mereka akan memilih mana berita yang benar dan mana berita yang berasal dari Intelijen Indonesia.

Selain operasi intelijen di dunia maya, Pemerintah kolonial Indonesia melalui kaki tangannya, yakni elit-elit birokrat kolonial Indonesia yang dibayar dengan rupiah di Papua, terus menggalang perhatian rakyat West Papua melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat keberpihakan.

Padahal, menurut KNPB, kegiatan-kegiatan itu bermuatan politik penjajahan, yakni agar rakyat lupa diri, dan lupa pada perjuangan. “Melalui Siaran TVRI Papua, Cenderawasih Pos, bahkan melalui Siaran RRI, Indonesia sedang mengambil perhatian orang Papua agar lupa pada perjuangan Papua Merdeka yang terus merambat ke seluruh dunia,”jelas KNPB.

Sementara, Militer Indonesia di Papua sengaja menebar teror, menangkap dan membunuh pejuang Papua Merdeka agar memberi efek jerah terhadap rakyat West Papua yang hendak berjuang demi hak dan martabatnya sebagai manusia.

Juga, menurut KNPB, para intelektual Papua digiring dalam rayuan agenda-agenda kolonial Indonesia seperti Pilkada, Pileg, dan Pilpres. Karakter mereka dirusak dalam konflik-konflik Pilkada, Pileg dan lain-lain. Sementara mereka dibuat lupa bahwa para kolonial dan kapitalis global asik bertransaksi emas di PT. Freeport,

Untuk itu, melalui pembacaan situasi ini, KNPB menyampaikan agar rakyat Papua yang ada di teritori West Papua agar dapat membedakan dan menolak setiap siasat kolonialisme Indonesia. KNPB mengingatkan agar rakyat dapat percaya diri dan tidak takut pada pendiriannya, karena dunia mulai mengerti kebenaran yang diperjuangan oleh orang Papua.

“Indonesia semakin panik karena kebenaran tentang perjuangan bangsa Papua terus dipertentangkan dan didorong melalui proses-proses yang legal dan bermartabat di West Papua maupun di dunia Internasional”, demikian tulis KNPB dalam paragraf penutupnya.

komentar | | Read More...

Amerika Beli Alat Genosida Untuk Orang Papua.?

Penulis : methu badii on Selasa, 17 Juni 2014 | 00.59

Selasa, 17 Juni 2014


Eropa menciptakan satu alat genosida (pemusnahan ras) sebut saja "HIV/AIDS"alat pemusnahan ras itu dibeli Amerika,kemudian diserahkan ke indonesia...lalu,indonesia praktek alat genosida itu di wilayah yg ada kepentingan amerika,seperti di papua,

coba bayangkan kasus hiv/aids wilayah lain di indonesia & papua..?dihebokan republik bahwa papua urutan teratas virus mamatikan itu...cerita yg ada tentangg hiv/aids bahwa, awalnya kera baku kawin dgn manusia kemudian menimbulkan virus mematikan,itu omong kosong,direkasa oleh amerika,

Amerika,rekasa cerita sebenarnya mengenai awal timbulnya virus HIV/AIDS itu dilakukan amerika hanya untuk kelabui kebohongannya jangan sampe amerika melakukan pelanggaran hak asasi manusia dll,

kenapa amerika beli alat genosida sama eropa,amerika dulu negara kecil bekas jajahan inggris,sekarang amerika disebut negara super power (adikuasa),amerika punya duit,punya saham dipapua..sebut saja freeport...eropa punya kelebihan pengetahuan,dia bisa ciptakan apa saja,terkecuali manusia..dua segi ini menjadi ukuran dalam persaingan..amerika punya banyak duit..tapi Eropa punya pengetahuan,meski alat genosida dijual mahal sama amerika namun amerika beli langsung...

anda tahu k.?dlm sejarah yg hingga saat ini belum berakhir adalah amerika dan eropa musu besar,tapi eropa sulit mengimbangi amerika segi duit...woh,,,makanya tampa berpikir panjang amerika beli alat genosida meskipun mahal,selanjutnya dipake kepentingan amerika dipapua lewat indonesia..

kenapa amerika beli meski mahal,amerika takut sahamnya dipapua bangkrut akibat ancaman & protes dari warga papua atas dampak buruk pasca kehadiran freeport,selain itu,diwilayah papua adanya kaum nasionalis yang mempertahan ideologi [kemerdekaan papua] yang menentang kehadiran klonialis dan kapitaslis yg mengisap darah & menguras kekayaan milik orang papua,

jadi,rakyat papua korban kepentingan negara2 asing,negara kecil indonesia jadi diperalat amerika utk praktekan alat pemusnahan etnis papua,tong biasa dengar to,kenapa indonesia sering disebut boneka amerika,indonesia tentu turuti apa yg amerika mau,indonesia dipercayakan amerika jaga saham amerika dipapua,

isu papua merdeka yg disuarakan rakyat papua selalu menjadi ancaman amerika & indonesia,amerika kwatir kekuasaan direbut negara eropa,bayangkan tahun 2013 masalah papua (hearing pendapat) diselenggarakan di eropa..

ketakutan indonesia jgn sampe papua merdeka indonesia bubar (baca buku judul 2015 indonesia bubar) itulah sebabnya amerika & indonesia punya niat buruk memusnakan orang papua dgn memiliki alat genosida atau pemusnahan ras tu,

apa kesepakatan jhon f kenedy & Suharto dalam roma agreemen yang didalamnya sepakati kepentingan amerika & indonesia ditanah papua,tentu saja mereka sdh pikirkan hal2 yg mengantisipasi ancaman kepentingan mereka dipapua,

apa kata mantan presiden,mulai dari suharto/sukrno,habibi,megawati,sby terkait isu papua merdeka yg tentunya mengancam kepentingan amerika & indonesia.?ketika indonesia tidak mampu membendung suara papua merdeka dari rakyat sipil,amerika bertindak.?
amerika ada dibalik indonesia merancang strategy menjaga aset nasional & internasional yang ada papua,hal yg hars dilakukan adalah memusnakan orang papua lewat HIV/AIDS dll supaya bisnis amerika & indonesia berjalan mulus,

jumlah orang asli papua mulai menurun pasca papua digabungkan paksa bersama indonesia lewat trikora yang dikumandangkan oleh suharto/sukarno diakun2 utara kota yogja tahun 1961,
populasi orang asli papua sudah menurun paska 50an tahun papa bersama indonesia (baca jumlah penduduk papua & png) protes & demonstrasi selalu ada menentang kebradaan negara klonial & inperialis yg ada dipapua.?namun...

apa tanggapan negara klonial & inprerialis atas tuntutan papua merdeka,papua harga mati dalam nkri,jika papua mau merdeka minta pada Tuhan sediakan satu bintang dibulan supaya merdeka disana.atau minta amerika sediakan satu daerah di asia pasifik suapaya merdeka disana,kata megawati,mantan presiden ri,

presiden RI,sby indonesia suka emas papua bukan mas papua,indonesia suka kekayaan papua bukan manusia papua,kata2 negarawan ini tentu merujuk dari kekwatiran eksistensi indonesia & amerika terkait dgn isu papua merdeka,

kekwatiran membuat amerika beli alat genosida (hiv/aids) kepada eropa supaya indonesia praktekkan sama orang papua,amerika kwatir kekuasaan direbut eropa (kasus ham dipapua diselenggarakan di eropa tahun 2013),indonesia juga kwatir papua merdeka indonesia bubar (baca buku tahun 2015 indonesia bakal bubar)

dari pertimbangan2 diatas pemusnahan ras melanesia orang asli papua,disebabkan akibat adanya pengadaan alat genosida (virus hiv/aids) oleh amerika yang dipraktek indonesia terhadap orang papua,pada prakteknya indonesia menggunakan alat pemusnahan itu melalui jarum suntik/donor darah,transfusi darah,dll,

klw lewat kontak seks bebas, sa pikir tidak terlalu banyak,dikabarkan kasus haiv/aids membengkak dipapua tapi kenapa diluar papua jumlah penderita hiv/aids tidak terlalu gede ya jumlah penderitanya.?,padahal t4 prostitusi ada dimana2 seantero kota & kampung di indonesia,
tong bisa lihat,amerika tentu pikirkan ancaman2 kedepan dimana daerah yang dia tanamkan investasi,misalnya diprotes oleh warga setempat atas kekayaan yang dikuras,

amerika juga pertimbangkan negara2 yg berpotensimengambil alihnya kekuasaan,itulah sebabnya amerika dituding beli alat pemusnahan ras kepada eropa untuk musnakan rakyat papua demi asetnya,

indonesia pelaku pemunahan etnis di papua atas prakarsa amerika,sdh 50an tahun papua bersama indonesia eksistensi orang papua tidak beruba apa2 justru membuat rakyat papua merana hingga menurunnya jumlah penduduk,

penurunan jumlah orang asli papua itu terjadi lantaran praktek-praktek militeristik oleh negara2 yg punya kepentingan dipapua,secara nyata maupun terselubun,fakta,rakyat papua yg protes ketidak adilan secara damai,rakyat papua diperlakukan binatang buruan,ditahan paksa,dipenjarakan tanpa adili,dianiaya,bahkan ditembak mati,

indonesia juga memainkan rencana jahat terhadap orang papua lewat berbagai cara secara diam2,kematian massal akibat keracunan makanan,salah berikan obat kepada pasien orang papua di rumah sakit,lebih bahaya lagi yaitu pengadaan alat pemusnahan etnis berkelas dunia yaitu HIV/AIDS yang amerika beli sama eropa yang kini praktekkan di papua itu,

intinya,haiv/aids adalah sebuah fasilitas genosida yang dibeli amerika kepada eropa dipraktekkan indonesia kepada orang papua untuk memusnakan orang papua atas kepentingan kekayaan alam papua,

Penulis:Methu badii

komentar | | Read More...

Dulu Tigi,kini Deiyai,Kedepan Jadi Apa

Penulis : methu badii on Selasa, 03 Juni 2014 | 21.24

Selasa, 03 Juni 2014


Akhir Bulan April 2014, di Ukago Kagouda. Malam itu, walau harus menahan dingin, saya dan beberapa orang berkesempatan menikmati indahnya daerah Deiyai di malam hari. Memandang sekeliling Tigi Peku (Danau Tigi), dari Tanjung Ukago, temaram cahaya lampu tampak di sebagian kampung sekitar pinggir danau ini.

Angin malam berhembus lebih kencang.di depan kami, pinggir danau, terdengar bunyi ombak.

Beda dengan Jayapura di waktu malam, dari Argapura kita bisa melihat terang benderangnya kawasan pantai Dok 2 Jayapura. di Deiyai, pada malam hari, sebagian rumah masyarakat diterangi cahaya lampu bersumber dari tenaga surya. Panel soralcell yang dibagikan pemerintah daerah kepada masyarakat sejak dua tahun lalu, membuat Deiyai berubah bak kota besar.

“Wah, Deiyai terang sekali,” pikirku.

Pemandangan malam di daerah ini memang sudah tak seperti dulu. Bila ada pasokan listrik milik PLN, mungkin nanti tampak seperti kota metropolitan? Kota industri? Kota wisata? Entahlah! Untuk sementara, sepertinya belum jelas. Dalam master plan Kabupaten Deiyai, ada?

Ketika kami berdiri di puncak Ukagouda bersama saudara-saudara, memandang ke Tigi bagian utara (Gakokebo) sampai (Okomokebo), rumah-rumah warga dihiasi lampu soralsel. Pun, di Tigi Barat. Mulai dari  Dedoutei sampai Ataidimi, perbatasan Kabupaten Dogiyai, sepintas tampak indah.

Di arah Timur, pemandangan di malam itu tak kalah dari dari kampung lain di Deiyai.

Wilayah yang benar-benar seperti dari Argapura melihat Dok 2 pada malam hari yaitu Tigi Selatan. Di sana, ada kampung Diyai, Bomou sampai Wakeitei, ibu kota Kabupaten Deiyai.

Pada siang hari, di tengah danau Tigi tampak jelas pulau Duwamo (duamo) Indah panoramanya. Kesan itu akan didapat jika sedang melewati Kibitamo ataupun dari Bomou dan Meiyepa.

Posisi pulau (duamo) di tengah danau memberi gambaran strategis Deiyai kelak dibuat jadi kota wisata. Di pulau ini tumbuh pohon Wagadei . Ada batu-batu indah. Airnya jernih. Bisa mancing ikan, menangkap udang.

Pulau ini punya sejarah. Sejarahnya, konon menurut cerita leluhur, penuh misteri. Beberapa orang yang sempat ke pulau itu, mengaku pernah melihat sejumlah barang sakral. Bahkan, kabarnya, di Kogebiyo, terdapat patung Santa Maria dan Santo Yosep. Kogebiyo tak jauh dari kampung  Kigimei.

Pemandangan pada malam hari, sekitar Danau Tigi yang tampak gelap dibuat terang dengan cahaya lampu di pemukiman warga. Tigiebobe (sekeliling Tigi) kini berubah. Belum lagi saat bulan terang, danau ini tampak indah dipandang. Di sana kelihatan masyarakat sedang mencari ikan, udang, dll dengan cara mancing, pakai jaring atau pukat .

Danau Tigi bagi masyarakat di sekitarnya, tempat mencari nafkah. Sayangnya, akhir-akhir ini danau mulai diselimuti tumbuhan lumut dan sejenisnya. Itu menyempitkan luasan danau.

Tentu perlu upaya pemerintah mengatasinya. Kasihan jika dibiarkan, sudah pasti tempat pencarian nafkah akan terancam.

***

Tigi sebelumnya sebuah Kecamatan (Distrik) dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Paniai. Ibukotanya di Waghete (baca: Wakeitei). Tahun 2008, Tigi dimekarkan jadi satu daerah otonom baru (DOB) bersamaan Kabupaten Intan Jaya.

Diresmikan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto pada 29 Oktober 2008 dengan dasar hukum pembentukan kabupaten ini adalah UU Nomor 55.

Daerah ini sejak lama bersentuhan dengan dunia luar. Pater Tillemans MSC pertama kali membawa Injil ke Tigi. Beberapa Pos Pewartaan dibuka di daerah ini.

Luas Kabupaten Deiyai adalah 537,39 Km2. Terdapat 5 distrik, dengan 31 kampung.

Tigi, sebutan umum untuk daerah-daerah yang kini ada dalam Kabupaten Deiyai. Nama itu dikenal sejak dahulu.

Tigi punya cerita rakyat, yaitu “Tigi make tigiyatitai”. Artinya, dari Tigi akan dikumpulkan.

Kalimat itu sudah diwariskan leluhur orang di Deiyai. Pada masa sekarang sering dibicarakan oleh kalangan masyarakat, misalnya jika Tigi atau Deiyai dibangun jadi kota besar, maka akan genapi cerita tadi. Mungkin karena itu, proses pembangunan infrastruktur (jalan, jembatan dan perkantoran) di kabupaten Deiyai dibangun dalam sekejab.

Proses pembangunan setelah kabupaten Deiyai dimekarkan, yang tampak jelas adalah pembangunan fisik: jalan dan jembatan. Sampai sekarang sedang dikerjakan.

Di wilayah Tigi Barat, tinggal berapa meter jalan tembus ke Ataidimi. Di bagian Selatan, jalan raya dari kampung Tenedagi sampai Oneibo, tinggal pengaspalan. Terus, beberapa kilo meter lagi dari Oneibo ke Kogemani,  jalan keliling Danau Tigi tuntas.

Cerita berkembang di masyarakat melihat lajunya pembangunan infrastruktur di kabupaten Deiyai. Utamanya perkantoran di Tigido.

Menurut para tetuah, itu penggenapan cerita nubuat dari pendaluhu orang Deiyai. Jadi, cerita “Tigi make tigiatitai” itu punya makna, tetapi sulit diprediksi. Apakah yang dimaksudkan “dari Tigi akan dikumpulkan”, wujud-nyatakan cerita dalam Alkitab atau aspek pembangunan Deiyai kedepan yang dinubuatkan oleh para pendahulu orang Deiyai?

***

Lima tahun berlalu, sosok pemimpin sudah hadir di tengah masyarakat Tigi. Sejak 20 Agustus 2013, Dance Takimai dan Agustinus Pigome, Bupati dan Wakil Bupati periode 2013-2018 hasil pesta demokrasi perdana, sedang memimpin kabupaten ini. Mereka menjabatnya pasca dilantik Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe.

Tak sedikit harapan masyarakat lima distrik digantungkan pada pemimpin daerah yang lahir dari proses pesta demkrasi panjang nan melelahkan.

Di sini saya tak beberkan satu per satu kerinduan itu. Tetapi baik jika kita melihat ke belakang. Refleksikan bagaimana kehidupan masyarakat Tigi sebelum perubahan, pemekaran kabupaten, terjadi.

Sebelum wilayah Tigi dimekarkan, tatanan kehidupan masyarakat begitu sehat. Bugi (kebun), owaa (rumah), piya (kayu), dan uwo (air), tak kekurangan. Semua lengkap.

Sebelum Tigi jadi Deiyai, semua warga punya tanaman di samping rumah. Ada kebun di lahan. Di tempat keramat pun dibuat kebun. Itu dilakukan masyarakat karena sering muncul musim kelaparan.

Setelah pemekaran?

Masyarakat sudah tinggalkan semua kebiasaan. Lupa berkebun. Mungkin lantaran masyarakat mulai dibentuk konsumtif dengan pengadaan beras JPS dan Raskin.

Dulu, setiap keluarga punya rumah adat. Sekarang? Semua bikin rumah modern. Dimana-mana terlihat rumah dengan daun seng. Tak ada rumah adat. Kalaupun ada, rumah adat di beberapa kampung bisa dihitung dengan jari.

Orang sudah tak mau lagi rumah beratap kulit kayu, alang-alang, atau sejenisnya. Mereka beranggapan, itu kuno. Beli paku untuk mengganti rotan, tehel diangkut ke kampung buat lantai rumah. Rumah adat hampir tak ada. Tradisi itu hilang, malah. Kebiasaan leluhur mulai ditelan jaman.

Kebanyakan lebih suka bangun rumah dengan gaya modern. Itu memang kemauan individu. Masyarakat secara perlahan mulai menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Hanya, tak disadari bahwa rumah adat yang sudah lama ada itu kini sudah tak terlihat lagi di atas bumi Deiyai.

Lantas, dalam kondisi demikian, masihkah tetap mempertahankan nilai-nilai adat, tradisi, termasuk rumah adat? Entahlah! Faktanya, makin bergeser ke suasana baru bersamaan dengan kehadiran kabupaen baru.

***

“Tigiko aniya uwo ko ena” (Di Tigi airku bersih) adalah sebuah slogan yang dipakai bule (orang barat) pada saat pasang pipa air bersih keliling Tigi. Proyek ini dengan sumber air Diyaimoma di Tigi Barat.

Waktu itu, proyek air bersih berjalan baik. Tetapi tak bertahan lama. Masyarakat saat itu belum sambut baik kehadiran proyek air bersih. Karena tanpa ada proyek air bersih, di sana memang sudah ada air bersih dari berbagai sumber mata air dari gunung Deiyai (kali Itoka), kali Okomo, dan kali Aiya.

Pemerintah daerah jika mau membangun air bersih, alangkah baiknya pertimbangkan dulu: apakah layak atau tidak? Jangan sampai di kemudian hari air malah terkontaminasi zat kimia, misalnya.

***

Dalam kehidupan masyarakat Mee di daerah Tigi, Kabupaten Deiyai, piya (kayu) sangat penting. Pohon di hutan biasa ditebang, untuk aneka kebutuhan. Dibelah dan dijadikan papan untuk bikin rumah. Ada pohon tertentu dipilih kemudian dibuat jadi perahu, dayung. Juga pagar, kayu bakar, dan lain-lain.

Kayu bagi orang Mee, sejak dahulu kala, memang amat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tak cuma sebagai kayu api untuk masak makanan, menghangatkan badan. Kayu juga bisa dibuat sebagai papan dan tiang rumah.

Pohon yang lazim ditanam yaitu cemara. Ada di seantero Deiyai. Sekarang pohon tersebut mulai habis. Di kampung Bomou, Diyai, Ayatei, misalnya, dulu cemara banyak ditanam masyarakat setempat. Kini, mulai hampir tiada.

Kayu di hutan wilayah Debey, Tigi Barat, biasa dimanfaatkan bikin perahu. Sebelumnya masyarakat ramai buat perahu, kemudian perahu itu dijual. Biasanya dibeli oleh masyarakat yang berdomisili di keliling danau Tigi. Uang hasil perahu digunakan untuk kebutuhan keluarga, biaya pendidikan anak, juga dipakai saat pesta Natalan ataupun pesta adat (yuwo), dll.

Belakangan pohon khusus untuk dibuat perahu sudah habis. Tak akan (ada) bibit pohon untuk ditanam.

Banyak perubahan sudah dan sedang terjadi. Tak sadar, kehidupan masyarakat Deiyai kian digilas arus moden. Satu bukti, sifat ketergantungan kepada pemerintah sudah membudaya. Tunggu uang Bandes, uang Turdes, uang Turkam. Tunggu beras JPS, tunggu beras Raskin. Ah, kalo begini, salah siapa?

Lepas dari itu, dulu masyarakat mengenal daerah ini Tigi, kini Deiyai, lantas ke depan apa?

Mateus Badii adalah Mahasiswa Papua, Wartawan majalahselangkah.com
komentar | | Read More...
 
MajalahSelangkah | TabloidJubi | SuaraPapua | Jaringan Damai Papua | KnpbNews | Persipura | Papua Web | Buku Untuk papua | LIPI | Papua Pos|
Copyright © 2011. Pers.All Rights |www.MethuBadii.blogspot.com|***ko baca biar ko tahu***|
Design Template by Methu badii | Support by Melukis Papua Dengan Kata |